Kekurangan gizi kronis atau stunting pada balita di Indonesia masih menjadi salah satu permasalahan gizi utama yang perlu diperhatikan dan diatasi dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Menurut beberapa penelitian, keragaman pangan balita merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Hal ini berpengaruh dari kualitas gizi pada makanan yang disesuaikan dengan pengeluaran pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh keragaman pangan balita dan pengeluaran pangan terhadap kejadian stunting pada balita. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut pada Juli 2023 menggunakan desain case-control. Populasi penelitian adalah balita stunting dan normal pada bulan Juni 2023 sebanyak 2463 balita. Sampel dalam penelitian ini sebesar 52 anak yang terdiri dari 26 anak untuk kelompok kasus dengan total sampling dan 26 anak untuk kelompok kontrol dengan simple random sampling. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri serta wawancara dengan kuesioner karakteristik orang tua balita untuk mengetahui pengeluaran pangan dan IDDS (Individual Dietary Diversity Score) untuk mengetahui keragaman pangan balita. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Regresi Logistic menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keragaman pangan balita (p=0,000; OR=17,7) dan pengeluaran pangan (p=0,031; OR=11,2) dengan risiko stunting pada balita. Keragaman pangan yang kurang dapat berpengaruh terhadap asupan makanan yang rendah. Sehingga orang tua harus lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan gizi balita dengan pendapatan dan pengeluaran pangan pada keluarga tersebut.
Copyrights © 2023