Longsor merupakan salah satu bencana alam yang terjadi karena faktor morfologi, litologi, struktur geologi, hidrogeologi dan penggunaan lahan. Longsor disebabkan adanya bidang yang menjadi dasar dari material yang ada diatasnya bergelincir. Untuk menentukan lapisan yang bertindak sebagai bidang tersebut diperlukan sebuah metode untuk menentukan litologi batuan yang ada di bawah permukaan. Metode yang digunakan yaitu metode seismik refraksi tomografi dan geolistrik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu berupa penampang seismik tomografi dan geolistrik untuk mengetahui litologi bawah permukaan. Litologi yang diperoleh pada penelitian ini yaitu pada lapisan pertama berupa batuan lapuk yang berasosiasi dengan tuff pasiran dengan nilai resistivitas 1 Ωm - 100 Ωm dan nilai kecepatan (Vp) 200 - 800 m/s. Lapisan kedua diduga tuff pasiran dan lempungan dengan resistivitas 100 Ωm - 200 Ωm dan nilai kecepatan (Vp) 800 - 1800 m/s. Lapisan ketiga diduga perpaduan breksi dan batuan beku dengan nilai resistivitas lebih dari 200 Ωm dan nilai kecepatan (Vp) lebih besar dari 1800 m/s. Jenis longsoran yang terjadi merupakan longsoran tanah butir (slide) tipe translasi dengan bentuk bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai dengan kedalaman yang relatif dangkal, yaitu 5 meter hingga 18 meter dengan arah longsoran kearah Barat Daya menuju Jalan Raya Suban.
Copyrights © 2022