Telah dilakukan penelitian kejadian awan panas dan gempa guguran di gunung Merapi pada periode Desember 2018 sampai Maret 2019, adapun tujuannya untuk mengidentifikasi perbedaan sinyal awan panas dan gempa guguran. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan sinyal awan panas dan gempa guguran adalah metode spectrum HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai energi yang dilepaskan awan panas lebih besar dibandingkan dengan energi yang dilepaskan gempa guguran. Frekuensi gempa guguran dana wan panas cenderung menurun. Hal ini sebgai indikasi dari penurunan aktivitas gunungapi,
Copyrights © 2022