Lutung dahi putih terdaftar dalam status VU (Vulnerable) atau Rentan karena penurunan populasi yang diduga lebih dari 30% selama 30 tahun terakhir dan sepertinya terus berlanjut dimasa depan dikarenakan eksploitasi berlebihan dan perusakan habitat serta degradasi adanya perluasan perkebunan kelapa sawit ataupun ancaman lainnya. Identifikasi distribusi dilakukan dengan cara mencari titik kehadiran ataupun keberadaan spesies satwa dilakukan dengan metode penjelajahan secara langsung. Analisis variabel lingkungan terhadap satwa menggunakan software ArcGIS 10.4.1. Lutung dahi putih di lokasi penelitian ditemukan mayoritas pada ketinggian 0 – 50 mdpl. Ditinjau dari level kecuraman maka lutung dahi putih paling banyak ditemukan pada lereng 0-8 %. Mayoritas lokasi LDP berada pada <50 m dari jalan yang dikarenakan faktor tanaman pakan, titik lokasi keberadaan LDP mayoritas <50 m dari sungai. NDVI titik lokasi penelitian mayoritas berada pada kategori cukup rapat dengan nilai 0,42-0,62. Komponen habitat yang paling dominan memengaruhi keberadaan dan kehadiran lutung dahi putih adalah komponen tipe penutupan lahan. Berdasarkan data selama penelitian habitat lutung dahi putih ditemukan mayoritas pada kebun karet. Pertanian lahan kering campur (Dukuh/perkebunan campur) yang berada pada dataran rendah merupakan habitat yang paling disukai dan cocok dengan kebutuhan hidupnya.
Copyrights © 2023