Latar belakang: Masa nifas merupakan masa yang rawan untuk ibu karena 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas, salah satu program Keluarga Berencana untuk menurunkan AKI yaitu dengan KB. Puskesmas Bandarharjo merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang terdapat 76 ibu nifas dari 351 ibu nifas dengan rentang masa nifas 16 November sampai 27 Desember 2022. Berdasarkan studi kasus permasalahan melalui wawancara petugas puskesmas bahwa mayoritas ibu nifas belum memakai KB. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbentuk kegiatan edukasi dengan menggunakan pamflet KB. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Bandarharjo. Evaluasi dilakukan menggunakan hasil pre-test dan post-test.. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan dan sikap yang sudah divalidasi serta pre-test dan post-test. Hasil: Dari total 43 ibu nifas berdasarkan karakteristik ibu nifas yang paling banyak yaitu usia 20-35 tahun (76,7%), pendidikan menengah (55,8%), tidak bekerja (62,8%), yang memakai KB (55,8%), tingkat pengetahuan baik (76,7%) dan sikap yang mendukung KB (81,4%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pengetahuan pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pemberian media edukasi berupa pamphlet KB efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang KB pada ibu nifas.
Copyrights © 2023