Proses menghafal Al-Qur’an memiliki banyak hambatan, rintangan, dan penderitaan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebermaknaan hidup penghafal Al-Qur’an dan tahapan-tahapan untuk mencapai makna hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan dalam penelitian terdiri dari dua orang penghafal Al-Qur’an di Masjid Al-Falah Gadang, Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa dan interpretasi data menggunakan bracketing, horizonanalizing, dan meaning unit. Validitas dalam penelitian ini menggunakan intersubjective validity. Hasil penelitian ini adalah kebermaknaan hidup dapat diwujudkan dengan menjadikan diri sebagai orang yang bermanfaat bagi lingkungannya dari implementasi ilmu Al-Qur’an sebagai bentuk pengabdian pada Allah SWT. Adapun proses yang dilalui oleh para penghafal, yakni tahap derita, tahap penerimaan diri, tahap penemuan makna tahap realisasi makna, dan tahap kehidupan bermakna. Proses tersebut didukung oleh dimensi potensial, yakni dimensi personal, dimensi nilai, dimensi sosial, dan dimensi spiritual.
Copyrights © 2022