Self-disclosure yang semula dilakukan melalui tatap muka secara langsung, kini dapat dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram. Sayangnya, individu tidak dapat mengendalikan sebaran konten yang ia posting di dalam akunnya. Hal ini mendorong beberapa orang membuat second account (akun kedua). Dengan menggunakan dimensi self-disclosure DeVito, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut alasan individu membuat second account Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian kasus. Analisis tematik atas data wawancara yang dilakukan pada lima partisipan, ditemukan tujuh tema utama. Pertama, persepsi diri yang berisi kepribadian partisipan. Kedua, maksud dan tujuan partisipan membuat second account dan melakukan self-disclosure. Ketiga, keleluasaan dalam berbagai informasi. Keempat, jumlah unggahan yang dibagikan. Kelima, kualitas informasi yang diunggah. Keenam, kecermatan dan kejujuran dalam membagikan unggahan. Ketujuh, keakraban dengan pengikut.
Copyrights © 2022