Game online telah menjadi suatu media hiburan yang digemari karena dapat diakses dimanapun dengan menggunakan smartphone dan internet. Game online juga dapat digunakan berbagai kalangan usia dan gender, laki-laki maupun perempuan. Namun, keberadaan perempuan dalam permainan masih dianggap tidak layak dan seringkali mendapatkan online sexual harassment selama bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pemaknaan dan gambaran strategi koping pemain game online perempuan dalam menghadapi online sexual harassment. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi dengan Interpretative Phenomenological Analysis terhadap dua orang partisipan pemain game online perempuan. Pemaknaan terhadap online sexual harassment ini bentuknya berbeda pada setiap pemain, ada yang memaknai online sexual harassment berupa kata-kata kotor dengan menggunakan nama “hewan” dan “alat kelamin” dan adapula yang memaknai online sexual harassment berupa prasangka perilaku seks secara vulgar. Adanya pemaknaan yang berbeda ini juga membuat strategi koping yang dikembangkan dalam menghadapi online sexual harassment ini juga dapat berbeda. Penelitian ini menemukan strategi koping seperti menghindari percakapan, solusi teknis, strategi kepribadian, strategi flirting, memperlihatkan kompetensi dalam bermain, menghindari orang asing, meninggalkan permainan, dan bantuan teman.
Copyrights © 2022