Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, seperti duduk, berbaring, membaca, menonton TV, bermain handphone, dan lain sebagainya. Sedentary lifestyle menjadi salah satu faktor dari peningkatan kejadian obesitas. Anak yang tidak aktif dalam melakukan aktivitas fisik membutuhkan lebih sedikit kalori, terutama pada seseorang yang memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi dan tidak melakukan aktivitas yang seimbang memiliki kecenderungan terhadap kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan sedentary lifestyle dengan obesitas pada anak usia remaja di masa pandemi di SMP Katolik Rajawali Makassar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian di SMP Katolik Rajawali Makassar. Populasi penelitian siswa kelas 7 dengan jumlah 140 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling, didapatkan 81 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) dan lembar observasi pengukuran TB dan BB. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ?=0,05 dan diperoleh p=0,048, hal ini menunjukkan p<0,05 berarti ada hubungan sedentary lifestyle dengan obesitas pada anak usia remaja di masa pandemi di SMP Katolik Rajawali Makassar.
Copyrights © 2023