Ketuban pecah dini merupakan pecahnya selaput sebelum terdapat tanda persalinan mulai dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu terjadi pada pembukaan < 4 cm yang dapat terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu. Ada beberapa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini yaitu hubungan seksual, riwayat ketuban pecah dini, usia ibu, paritas, pekerjaan dan Cephalo Pelvic Disproportion. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko terjadinya Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Puskesmas Rejoso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain retrospektif, dengan data sekunder dari buku register dan data primer dari hasil wawancara dengan responden. Jumlah sampel adalah 20 Responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor hubungan seksual dari 20 responden sebagian besar 12 responden (60%) melakukan hubungan seksual. Berdasarkan faktor riwayat ketuban pecah dini dari 20 responden sebagian besar 14 responden (70%) tidak memiliki riwayat ketuban pecah dini. Berdasarkan faktor usia ibu dari 20 responden sebagian besar 13 responden (65%) berusia 20-35 tahun. Berdasarkan faktor paritas dari 20 responden sebagian besar 15 responden (75%) ibu dengan multipara. Berdasarkan faktor aktivitas dari 20 responden sebagian besar 14 responden (70%) memiliki aktivitas berat. Berdasarkan faktor Cephalo Pelvic Disproportion dari 20 responden sebagian besar 17 responden (85%) tidak Cephalo Pelvic Disproportion. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini adalah hubungan seksual, usia ibu dan pekerjaan. Maka disarankan pada ibu bersalin dengan resiko ketuban pecah dini untuk selalu memeriksakan kehamilan secara teratur dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang serta menghindari faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini
Copyrights © 2022