Kanker payudara (carcinoma mammae) merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Gejala permulaan kanker payudara sering tidak disadari atau dirasakan dengan jelas oleh penderita, sehingga banyak penderita yang berobat dalam stadium lanjut. Kanker sebenarnya dapat dideteksi pada tahap awal, termasuk kanker payudara yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Dengan demikian, pengobatan dini diharapkan dapat memperpanjang harapan hidup pasien. Banyaknya remaja yang tidak paham tentang bagaimana cara meraba yang tepat pada payudara serta ketidaksiapan mental dan takut apabila ditemukan adanya perubahan ciri-ciri abnornal (benjolan) atau kanker didalam tubuhnya menjadi salah satu faktor penyebab wanita tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampling dengan cara total sampling. Populasi sebanyak 30 responden. Sampel diambil seluruhnya yaitu 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Setelah data terkumpul dianalisis dengan Uji Man Whitney. Hasil uji statistik menggunakan Uji Man Whitney Test didapatkan nilai sig. 8.66 dan nilai α > 0,05 artinya Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang SADARI Dengan Media Demonstrasi dan Video Terhadap Perilaku SADARI Pada Remaja Putri Di Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Dari penelitian ini diharapkan remaja harus senantiasa meningkatkan perilaku SADARI. SADARI merupakan salah satu upaya mendeteksi dini kanker payudara. SADARI harus dilakukan rutin satu bulan sekali setelah menstruasi. Jika SADARI dilakukan secara rutin maka akan meningkatkan perilaku SADARI yang awalnya berperilaku negatif menjadi berperilaku positif
Copyrights © 2023