Perspektif dialektika memaknai alam tidak mempunyai tujuan akhir dan tidak berusaha mencapai keadaan atau bentuk akhir (sempurna), tetapi memiliki kecenderungan sifat pada pengrusakan, interpretasi ini disebut dengan dialektika alam. Alam dan manusia dalam argumentasi teori teosofi transenden (kesatuan wujud) memiliki wujud yang nyata sebagai bentuk ketidaksempurnaan entitas tersebut, sehingga ketika ia tidak saling mengisi dan tidak saling bergantung, berjalan pada masing-masing egosentrisnya, maka ketidaksempurnaan dari keduanya makin nampak. Dengan demikian hak manusia sangat dibatasi oleh nilai intrinsik alam, demikian sebaliknya
Copyrights © 2015