Terapi gerak aktif-pasif dan teknik relaksasi nafas dalam merupakan metode penatalaksanaan nyeri secara non-farmakologi. Metode ini dapat menurunkan intensitas nyeri dan tanpa indikasi. Hal ini terjadi karena dapat mengendalikan nyeri dengan meminimalkan aktifitas simpatik dalam sistem saraf otonom. Relaksasi meli- batkan otot dan tidak membutuhkan latihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan terapi gerak aktif-pasif dan relaksasi nafas dalam mana yang lebih efektif. Desain penelitian adalah quasi eksperimen. Jum- lah sampel penelitian ini adalah berjumlah 32 orang. Pengambilan sampel penelitian dengan cara Accidental Sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang. Analisa data menggunakan uji independent paired t-test. Dari hasil perhitungan statistik diperoleh p = 0,041 (p = <0,05), dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terapi gerak aktif-pasif lebih efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea. Dari hasil penelitian ini dapat dibuktikan bahwa terapi gerak aktif-pasif sangat efektif mengurangi intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Maka disarankan terapi gerak aktif-pa- sif dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea.Â
Copyrights © 2019