Tingginya tingkat turnover intention yang terjadi di kalangan Kantor Akuntan Publik
membuat banyak Kantor Akuntan Publik harus mengalami kerugian, karena
seringkali Kantor Akuntan Publik hanya dijadikan sebagai batu loncatan untuk dapat
mencari karir yang lebih baik. Maka dengan adanya fenomena tersebut peneliti ingin
menguji apakah budaya organisasi, komitmen organisasi dan kepuasan kerja dapat
menurunkan tingkat turnover intention pada Kantor Akuntan Publik.
Penelitian ini menggunakan auditor dari 18 Kantor Akuntan publik di Semarang
sebagai sampel, dengan membagiakan kuesioner. Hasilnya ditemukan bahwa budaya
organisasi dalam penelitian ini mempermudah timbulnya komitmen organisasi yang
dapat menurunkan tingkat turnover intention, namun kepuasan kerja ditemukan tidak
dapat menjadi mediating antara pengaruh komitmen organisasi terhadap turnover
intention karena kepuasan kerja dalam penelitian ini tidak dapat meminimalkan
tingkat turnover intention
Copyrights © 2012