Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perihal pusat-pusat pertumbuhan di Jawa Timur dan menentukan wilayah-wilayah yang memiliki intensitas daya tarik (gravitasi) yang tinggi dengan pusat-pusat pertumbuhan tersebut, yang diharapkan dapat menjadi landasan dalam program pemerataan proses pembangunan antar kabupaten/kota di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis yaitu indeks skalogram, indeks sentralitas, dan indeks gravitasi yang menggunakan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur yang meliputi data fasilitas umum, jumlah penduduk, dan jarak antar kabupaten/kota. Hasil pengolahan data dari 3 metode analisis tersebut menghasilkan kota Surabaya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan didukung oleh 6 kabupaten di sekitarnya yang memiliki daya tarik (gravitasi) yang tinggi terhadap kota Surabaya, yaitu Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Lamongan, Mojokerto, dan Pasuruan. Dan terdapat 4 kabupaten/kota yang memiliki daya tarik (gravitasi) rendah, yaitu Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kota Madiun, dan Kota Blitar. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa selama ini pemerintah provinsi Jawa Timur menitikberatkan proses pembangunan hanya pada satu titik saja yaitu kota Surabaya yang hanya mampu memberikan trickle-down effect hanya pada daerah sekitarnya yang mengindikasikan bahwa proses pembangunan di Jawa Timur belum merata. Diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru untuk mempercepat pemerataan proses pembangunan ekonomi di Jawa Timur.
Copyrights © 2024