Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Vol 13, No 1 (2023): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan

PEMANFAATAN LIMBAH GERGAJIAN KAYU CEPAT TUMBUH MENJADI PRODUK KONTRUKSI BALOK-I

fauzan fahrussiam (University Of Mataram)
Dini Lestari (Program Studi Kehutanan, Universitas Mataram, Indonesia)
Rima Vera Ningsih (Program Studi Kehutanan, Universitas Mataram, Indonesia)



Article Info

Publish Date
25 May 2023

Abstract

Wood composite product variation was highly increased and the quality also became improved rapidly since the methods to improve the composite products became more sophisticated. This condition escalated the demand for fast-growing species of wood as raw material. The increased production from fast-growing species of wood also increased the waste generated from the production. The objective of this study was to increase the utilization of sawmill waste as materials for i-beam production for construction purposes. The waste from sengon and pulai wood was converted into the flange and web components with a 3 cm in width and height variation of 1.5, 3, and 5 cm. The flange and web were adhered with isocyanate (hardener 10% NH4Cl) with glue-spread weight 200 g/m2 and then nailed with a 7” nail on each flange surface every 20 cm. The density of the i-beam produced was higher than the control wood but not directly correlated with wood mechanical properties (MOE & MOR). The mechanical properties of the i-beam produced were still relatively lower than the solid control wood. To achieve higher mechanical properties, the flange width should be reduced and the assembling design between the flange and the web should be improved further.Keywords: fast-growing wood species, i-beam, sawmill waste. AbstrakProduk komposit dari hasil pengembangan teknologi peningkatan mutu semakin bervariasi dengan karakteristik yang lebih baik dari bahan bakunya. Kondisi ini mengakibatkan permintaan terhadap jenis kayu cepat tumbuh semakin tinggi. Peningkatan produksi dari jenis kayu cepat tumbuh tentunya juga akan menghasilkan limbah pengolahan yang semakin tinggi. Salah satu limbah yang paling besar dari segi volume dan berat adalah sebetan sisa penggergajian. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah gergajian lebih luas menjadi produk konstruksi balok-I. limbah sebetan kayu sengon dan pulai dibentuk menjadi komponen flange dan bagian web dengan lebar 3 cm dengan variasi tinggi sebesar 1.5 cm, 3 cm, dan 5 cm. Proses penyambungan bagian flange dan web direkatkan dengan isosianat (hardener NH4Cl 10%) dengan berat labur 200 gr/m2 kemudian pemberian paku berkuran 7” pada masing-masing permukaan flange setiap jarak 20 cm. Kerapatan balok-I yang dihasilkan lebih tinggi daripada kayu kontrol namun tidak berbanding lurus dengan kekuatan. Nilai MOE dan MOR balok I kayu sengon dan pulai rata-rata sebesar 24241 kg/m2 dan 29210 kg/m2. Sementara nilai MOR rata-rata sebesar 144 kg/m2 untuk balok I kayu sengon dan 108 kg/m2 untuk balok I kayu pulai. Sifat mekanis kayu utuh / kontrol masih lebih tinggi dibandingkan dengan sifat mekanis balok-I yang dihasilkan. Untuk mendapatkan nilai kekuatan yang lebih tinggi, pada pembuatan balok-I selanjutnya disarankan untuk mengurangi lebar komponen flange dan mengoptimalkan desain sambungan antara komponen flange dan web.Kata kunci: Kayu Cepat Tumbuh, Balok-I, Limbah Gergajian  

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

tengkawang

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal ini merupakan jurnal Teknologi Pengembangan Kehutanan dan Lingkungan yang diterbitkan oleh fakultas kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat. Jurnal ini menyajikan artikel mengenai hasil penelitian perkembangan kehutanan dan lingkungan mutakhir meliputi berbagai ...