Gangguan kardiovaskuler merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Gangguan kardiovaskuler yang sering terjadi adalah penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan dan hipertensi. Lansia akan mengalami perubahan sistem dimana mengalami penurunan pada fungsi organ sehingga berbagai masalah kesehatan bisa muncul. Hipertensi telah menjadi masalah utama dalam kesehatan global. Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lansia terbesar di dunia. Diperkirakan pada tahun 2025 jumlah lansia akan mencapai 36 juta jiwa dan hipertensi juga menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hipertensi adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit hipertensi sehingga lansia dapat melakukan tindakan pencegahan sejak dini melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan hipertensi pasca Covid-19 melalui pendekatan Budaya Bugis Wajo terhadap tekanan darah lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Pra-Experiment (One Group Pretest-Posttest). Penelitian ini dilakukan di Desa Nepo Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik sampling yaitu purposive sampling yang menggunakan rumus slovin, sehingga jumlah responden yang berpatisipasi sebanyak 21 orang. Analisisi penelitian ini menujukkan bahwa ada efek Pendidikan Kesehatan Hipertensi Pasca Covid-19 Melalui Pendekatan Budaya Bugis Wajo Terhadap Tekanan Darah Lansia.
Copyrights © 2023