Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia yang mayoritas penduduk beragama Islam. Mayoritas umat Islam menjalankan puasa dari fajar hingga terbenamnya matahari pada hari-hari tertentu, sebagai contoh puasa Senin-Kamis. Puasa dapat mempengaruhi pola kebiasaan konsumsi minuman manis dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan gula minuman kemasan dan status gizi pada siswa puasa sunnah. Penelitian ini merupakan penelitian studi komparasi dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Jombang dengan jumlah sampel sebanyak 46 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara SQ-FFQ, dan pengukuran antropometri dengan self-report, kemudian dilakukan uji Saphiro-Wilk sebagai uji normalitas. Data akan diolah dengan menggunakan uji korelasi Independent t-test apabila data berdistribusi normal dan Mann whitney apabila tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat menunjukkan terdapat perbedaan asupan gula minuman kemasan (p= 0,046) dan status gizi (p= 0,048) pada siswa yang berpuasa sunnah dan siswa yang tidak berpuasa sunnah. Siswa yang tidak berpuasa memiliki asupan gula yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang berpuasa sunnah. Sementara, pada kelompok siswa berpuasa sunnah memiliki status gizi yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang tidak berpuasa sunnah. Oleh karena itu, untuk menjaga dan mempertahankan status gizi baik dapat dilakukan dengan mengontrol konsumsi harian asupan zat gizi makro maupun mikro termasuk asupan gula dalam batas normal.
Copyrights © 2023