Jumlah penduduk yang mengalami luka atau cedera secara nasional di Indonesia meningkat dari 7,5% (2012) menjadi 8,2% (2013), yang umumnya disebabkan oleh terjatuh (40,9%) dan kecelakaan kendaraan bermotor (40,6%), lecet atau memar (70,9%), keseleo (27,5%), dan laserasi (23,2%). Setiap manusia melakukan aktivitas, besar kemungkinannya akan mengalami cedera. Mengetahui uji efektivitas daun Saliara terhadap penyembuhan luka sayat (Vulnus Laceratum) dan memar (Vulnus Contussum) terhadap mencit (Mus musculus). Jenis penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain penelitian Post-test Control Group Design. Analisis data menggunakan uji T-test untuk melihat pengaruh daun Saliara terhadap penyembuhan luka sayat dan luka memar. Hasil penelitian diperoleh bahwa lama waktu penyembuhan luka sayat pada mencit dengan daun Saliara yaitu 9 hari, baik pada kelompok kontrol maupun intervensi. Sementara itu, lama waktu penyembuhan luka memar pada mencit dengan daun Saliara yaitu 6 hari, sedangkan pada kelompok kontrol membutuhkan lama waktu 8 hari. Secara statistik, terdapat perbedaan signifikan yaitu nilai p<0,05 rata-rata lama waktu penyembuhan daun Saliara terhadap luka sayat dan luka memar pada kedua kelompok perlakuan (0,000 < 0,05). Dalam hal ini, Daun Saliara efektif dalam penyembuhan luka sayat dan luka memar dengan masing-masing lama waktu secara berturut-turut, yaitu 9 hari dan 6 hari. Daun Saliara berpengaruh terhadap penyembuhan luka sayat dan luka memar pada mencit.
Copyrights © 2023