Penyakit depresi saat ini menjadi semakin umum terjadi, terutama di kalangan anak muda. Fenomena ini mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius dalam kesehatan mental masyarakat. Dilansir dari website resmi kemenkes.go.id memberitakan bahwa hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 9,8% remaja Indonesia usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis efektivitas biaya obat alprazolam dan diazepam pada pasien jiwa di poli jiwa Rumah Sakit X Purwokerto periode 2023. Penelitian ini dilakukan secara non-eksperimental menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode farmakoekonomi yang menghasilkan dua bentuk rasio yang relevan, yaitu rata-rata (ACER/Average Cost Effectiveness Ratio) dan tambahan (ICER/Incremental Cost Effectiveness Ratio). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil yang didapat dari perhitungan ACER, obat alprazolam 0,5 mg didapat sebesar Rp. 9.356,- sedangkan obat diazepam 5 mg didapat sebesar Rp. 15.980,- Semakin kecil nilai ACER maka obat tersebut semakin cost-effective, hal ini menunjukkan bahwa alprzolam 0,5 mg lebih cost-effective atau memiliki biaya paling efektif dibanding diazepam 5 mg. Selanjutnya untuk perhitungan ICER, didapat hasil negatif yaitu -0.324. Perhitungan ICER menunjukkan hasil negatif atau semakin kecil, maka suatu alternatif obat dianggap lebih efektif dan lebih murah, sehigga dapat dijadikan rekomendasi pilihan terapi.
Copyrights © 2024