Dunia Akademik merupakan pembawa semangat dan sikap tidak diskriminatif dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dengan melibatkan semua stakeholder pendidikan serta berlandaskan trust (kepercayaan), sehingga tumbuhdan berkembang dalam atmosfir yang kondusif dan harmonis didalam proses kesetaraangender. Didalam kegiatan itulah dibutuhkan konsep gender yang mengacu pada seperangkat sifat, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri perempuan dan laki-laki sebagai akibat benturan budaya atau lingkungan masyarakat. Sehingga muncul dikotomi feminin (perempuan) dan maskulin (laki-laki). Di masyarakat perempuan digambarkan dengan sifat-sifat femininnya, seperti : lemah, pemalu, penakut, emosional, lemah gemulai. Sebaliknya laki-laki selalu digambarkan dengan sifat- sifat maskulinnya, seperti : gagah, perkasa, tegar, berani, dan rasional. Feminitas dan maskulinitas ini sesungguhnya merupakan hasil konstruksi sosial, bukan hal yang kodrati.Kata kunci : Pengarusutamaan Gender (Gender Mainstreaming), Dunia Akademik, Pendidikan dan Kesetaraan
Copyrights © 2017