Jurnal Riset Farmasi
Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)

Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Batang Awar-awar dengan Metode BSLT

Annisa Yunia Rachmatika (Unknown)
Suwendar (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Dec 2023

Abstract

Abstract. The awar-awar plant (Ficus septica Burm. F.) generally grows in the lowlands to the mountains. This plant is usually used to treat skin diseases, appendicitis, boils, poisonous snake bites and shortness of breath. Apart from that, empirically people use awar-awar stem bark as an anticancer drug because it is thought to contain secondary metabolite compounds which have cytotoxic activity. With this background, it is necessary to carry out further research, namely a cytotoxic test, on Artemia franciscana Kellogg shrimp larvae to determine compounds that have anticancer potential. This research was carried out with the aim of determining the content of secondary metabolite compounds, the cytotoxic activity of awar-awar (Ficus septica Burm. F.) stem bark, and the Lethal Concentration (LC50) value of the ethanol extract of awar-awar (Ficus septica Burm. F.) stem bark. The cytotoxic test was carried out using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method on Artemia franciscana Kellogg shrimp larvae. The parameter observed was the death of shrimp larvae. Based on this test method, the LC50 value was determined by calculating the linear regression equation using Probit analysis. The results of the research showed that in the bark of awar-awar stems, the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, and triterpenoids/steroids was detected, and the ethanol extract of awar-awar stem bark had cytotoxic activity with an LC50 value of 33,93 ppm. Abstrak. Tumbuhan Awar-awar (Ficus septica Burm. F.) pada umumnya tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan. Tumbuhan ini biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, radang usus buntu, bisul, mengatasi gigitan ular berbisa dan sesak nafas. Selain itu, secara empiris masyarakat menggunakan kulit batang awar-awar sebagai obat antikanker dan diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sitotoksik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu uji sitotoksik terhadap larva udang Artemia franciscana Kellogg. untuk mengetahui senyawa yang berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, menetapkan aktivitas sitotoksik dari kulit batang awar-awar (Ficus septica Burm. F.)., dan mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50) dari ekstrak etanol kulit batang awar-awar (Ficus septica Burm. F.). Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva udang Artemia franciscana Kellogg. Parameter yang diamati yaitu kematian larva udang. Berdasarkan metode uji tersebut, ditetapkan nilai LC50 yang dihitung dari persamaan regresi linier menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit batang awar-awar terdeteksi adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid/steroid, serta ekstrak etanol kulit batang awar-awar memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50 sebesar 33,93 ppm.    

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

JRF

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Riset Farmasi Jurnal Riset Farmasi (JRF) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian farmasi. JRF ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6292 yang diterbitkan oleh ...