Mesin induksi pengecoran logam adalah komponen utama dalam proses produksi logam di PT. Aneka Adhilogam Karya. Pentingnya kinerja optimal mesin ini dalam mendukung produktivitas dan kualitas produk menuntut penerapan strategi preventive maintenance yang efektif. Penelitian ini menggunakan parameter OEE (Overall Equipment Effectiveness) dan Metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis), Langkah awal Penelitian ini diawali dengan menentukan efisiensi mesin induksi menggunakan parameter OEE. Selanjutnya Identifikasi komponen yang memberikan nilai kerusakan tertinggi dengan menggunakan metode FMEA, serta membuat penjadwalan pemeriksaan dan penggantian komponen pada mesin induksi dengan parameter MTTR(Mean Time To Repair) dan MTTF(Mean Time To Failure). Hasil perolehan didapatkan nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness) sebesar 84,72% yang dimana masih dibawah standar OEE Internasional sebesar 85%, serta nilai RPN (Risk Priority Number) dari analisa menggunakan FMEA didapatkan pada komponen Kontaktor 3 phrase sebesar 288, sedangkan hasil dari salah satu penjadwalan dari komponen bearing 6307 R2 didapatkan interval waktu pemeriksaan setiap 6,64 jam dan interval waktu penggantian setiap 886,66 jam.
Copyrights © 2023