Pendahuluan: Luka perineum dapat terjadi secara spontan maupun secara episiotomi yang memiliki derajat robekan, semakin tinggi derajat robekan maka semakin tinggi angka kesakitan pada ibu nifas. Perawatan luka yang tidak tepat dapat menjadi sebagai penyebab terjadinya morbiditas maternal. Ibu nifas harus mengkonsumsi zat gizi yang tinggi dan menghindari tradisi pantang makanan agar mempercepat pemulihan luka perineum. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui Hubungan Perawatan Luka Dan Pantang Makanan Dengan Pemulihan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Polindes Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu nifas yang mengalami luka perineum sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling, analisa data yang dilakukan dengan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Didapatkan dari 30 (100%) responden ibu nifas di peroleh hasil perawatan luka dengan pemulihan luka perineum p value = 0,001 < 0,05 dan pantang makanan dengan pemulihan luka perineum p value = 0,020 < 0,05. Kesimpulan: ada hubungan perawatan luka dan pantang makanan dengan pemulihan luka perineum pada ibu nifas di Polindes Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2019. Disarankan tenaga kesehatan dapat meningkatkan layanan kesehatan kepada ibu nifas dengan memberikan informasi pentingnya perawatan luka dan kebutuhan nutrisi pada proses pemulihan luka perineum.
Copyrights © 2023