Identitas merupakan serangkaian konsepsi yang selalu hadir sebagai akar bagi seluruh kehidupan umat manusia, baik di skala personal maupun sosial. Perkembangan zaman dan globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam cara individu mengidentifikasi diri mereka secara sosial dan kultural. Religi memiliki peran penting dalam membentuk identitas kultural suatu masyarakat, termasuk yang terjadi dalam fenomena gerakan ‘Hijrah’, sebagai salah satu dari sekian banyak peristiwa ‘kebermenjadian’ yang dapat dikaji secara berlapis sebagai aspek yang mencerminkan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu kelompok sosial. Dalam sudut pandang Desain Komunikasi Visual, realitas ini dapat dibaca melalui irisan keilmuannya, yaitu yang menyoali identitas dalam fokus branding, di mana muatannya dapat terkoneksi pada porsi community branding yang bersinggungan pada konteks brand loyalty. Keterhubungannya ialah melalui upaya pengidentitasan yang berbuah citra dan reputasi, bagaimana bagian spiritual manusia terhubung dengan aneka atribut kosmetik kelompoknya agar dapat mencapai pengakuan sosial. Hal tersebut bekerja secara estafet dan dapat bermuara pada suatu pola komoditas, di mana identitas diekspos sebagai media eksistensi & komunikasi suatu kelompok. Melalui pendekatan observasi non-partisipatif, dengan melakukan kajian teoretis terhadap fenomena Gerakan Hijrah yang melibatkan eksplorasi konsep identitas, agama dan kultur dalam kerangka sosial yang juga bersinggungan dengan sekelumit keilmuan DKV. Tulisan ini berupa argumen kritis yang dibangun atas teori-teori terkait, sedikitnya bertujuan untuk dapat memberikan kontribusi bagi khazanah keilmuan desain dari sisi yang lain.
Copyrights © 2023