Lamban Gedung di Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak Buay Pernong terdapat ornamen dan simbol yang memiliki pengetahuan terpendamdengan tanda dan makna yang menarik untuk diteliti. Terdapat ukiran dengan tumbuhan paku, hewan naga’Luday’, simbol empat pilar Saibatin, Simbol 3 payung raja, serta simbol sigokh atau siger. Tanda-tanda ini berfungsi sebagai representasi dari adat dan budaya serta kehidupan leluhur masyarakat adat Saibatin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan bentuk tanda-tanda ini dari sudut pandang semiologi menurut Ferdinand de Saussure. Langkah yang digunakan dalam menganalisis tanda-tanda ini ialah dengan analisa proses tanda (semiosis) dan kemudian digabungkan dengan analisis pemaknaan denotasi, konotasi, dan aspek mitologisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanda-tanda yang terdapat pada Lamban Gedung ini menyampaikan makna dan bentuk, menginterpretasikan pengetahuan-pengetahuan hasil dari leluhur terdahulunya menjadi sebuah pola berfikir, bersosial, berbudaya serta pola membangun huniannya.
Copyrights © 2023