Cerita tokoh perjuangan Melayu Timur disebut masyarakat sebagai pendekar, berdasarkan hal tersebut diwujudkan ke dalam ide garapan Tari Inai yang diimplementasikan pada upacara pernikahan Malam Tari Inai. Dengan struktur gerak yang sederhana serta dipertunjukan secara individu oleh masing-masing penari yang menggambarkan pendekar Melayu Timur laki-laki dan perempuan. Setiap penari memerankan pendekar dengan gerak yang berbeda-beda sesuai karakteristik penari perankan yaitu gerak penari Pendekar Hang Tua, Pendekar Hang Jebar, Hang Kastu, Hang Leyu, Dan Pendekar Kandang Setia, Putri Zubaidah, Putri Pinang Masak, Putri Intan Berbudi, Putri Intan Terpilih, dan Putri Begubang. Semua penari menggunakan property kembang lilin yang menggambarkan upacara pada malam tersebut yaitu malam pemasangan inai pengantin perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, partisipan observasi, dan analisis data. Teori yang digunakan dalam menganalisis setiap bagian-bagian gerak Tari Inai yaitu teori struktural. Struktur merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat. Sebab struktur sebagai tata hubung untuk mencapai tujuan dalam sebuah acara.
Copyrights © 2023