Untuk memenuhi tanggungjawab sosial dan keyakinan ideologis, IKEA menerapkan konsep democratic design yaitu desain untuk semua. Lima dimensi, yaitu fungsi, bentuk, kualitas, keberlanjutan, dan harga yang rendah, merupakan dasar budaya dan nilai-nilai yang dilebur dalam menciptakan sebuah perabot. Salah satu produk yang diklaim memiliki konsep tersebut adalah Flisat, meja belajar anak yang yang memiliki batang khusus yang digunakan untuk menyangga gulungan kertas gambar. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu bagaimana penerapan memadukan fungsi, bentuk, kualitas, keberlanjutan, dan harga yang rendah dalam Flisat. Tujuan dari dalam penelitian ini yaitu mengkaji penerapan memadukan fungsi, bentuk, kualitas, keberlanjutan, dan harga yang rendah dalam Flisat. Dengan penerapan democratic design pada produk maka didapat peningkatan efisiensi dalam perancangan produk baik dari material maupun sifat keberlanjutan produk. Dalam menyelesaiakan permasalahan penelitian, maka metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian didapat bahwa penerapan lima dimensi tersebut dapat dilihat dari bentuk meja yang bergaya klasik dan sederhana. Kemudian memiliki fungsi cerdas yaitu meja dapat dimiringkan untuk aktifitas berkreatif. Kualitas meja sangat tinggi karena mengguna material yang baik. Dimensi berkelanjutan dapat ditemukan pada bahan baku kayu dan masa pemakaian yang lama karena ketinggian meja yang dapat diatur dan terkahir harga terjangkau karena penerapan empat prinsip penghematan biaya.
Copyrights © 2023