Semakin meningkat kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, budidaya padi organik menjadi semakin populer. Budidaya padi organik adalah metode pertanian yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan praktek berkelanjutan untuk menghasilkan hasil panen padi yang sehat tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Biaya yang lebih tinggi untuk bahan organik, pupuk atau perlindungan tanaman alami menjadi kendala. Salah satu solusi menghadapi kendala tersebut menggunakan jamur Trichoderma dan bakteri fotosintetik. Trichoderma j membantu memperbaiki struktur tanah, dekomposisi bahan organik, menghasilkan enzim yang meningkatkan ketersediaan nutrisi. Bakteri fotosintetik berperan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia bagi tanaman, serta senyawa organik dan oksigen bagi pertumbuhan tanaman padi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jamur Trichoderma dan bakteri fotosintetik (PSB) pada padi organik. Penelitian berlokasi di Beji Wetan, Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 108 m dpl. Percobaan dengan membandingkan antara jamur Trichodherma dan bakteri fotosintetik pada petak lahan terpisah. Bakteri fotosintesik dengan konsentrasi 0, 5, 10, dan 15 ml/ L yang diulang sebanyak 3 kali. Trichoderma dengan konsentrasi 10, 20, dan 30 ml/l yang diulang sebanyak 3 kali. Pelaksanaan penelitian pada 01 April- 11 Juli 2023. Jamur Trichodherma dan bakteri fotosintetis memberikan kenaikan pertumbuhan dan hasil bila dibandingkan tanaman yang tidak diberi perlakuan. Konsentrasi terbaik Trichodherma 20 ml/l yang mampu memberikan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, dan berat gabah per rumpun. Konsentrasi terbaik bakteri fotosintetis 10 ml/l yang mampu memberikan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif , dan erat gabah per rumpun.
Copyrights © 2023