Daerah penelitian terletak di wilayah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian bertujuan untuk menelaah dinamika proses serta interval pengendapan berdasarkan aspek sedimentologi dan stratigrafi. Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan pada objek penelitian digunakan metoda pemboran dangkal sebanyak 40 (empat puluh) titik yang selanjutnya dilakukan analisis sedimentologi dan stratigrafi. Hasil pemboran menunjukkan terdapat 13 jenis endapan, yaitu endapan dataran banjir Bengawan Solo (EDbBs), alur sungai Bengawan Solo (EAsBs), dataran banjir (EDb) termasuk pengaruh pasang surut (EDbps), alur sungai (EAs) termasuk pengaruh pasang surut (EAsps), cekungan banjir (ECb), pasir rombakan (EPr), rawa (ER) dan pengaruh pasang surutnya (ERps), pantai (EP), laut dekat pantai (ELdp), dan laut lepas pantai (ELlp). Hasil analisis stratigrafi membedakan menjadi 3 (tiga) interval perioda pengendapan, yaitu interval muka laut rendah pertama (MLR 1), muka laut tinggi (MLT), dan muka laut rendah kedua (MLR 2). Perubahan tubuh sedimen secara lateral dan vertical ditafsirkan sebagai hasil proses eksternal seperti fluktuasi muka air laut, sirkulasi iklim serta tektonik.Katakunci: Holosen, muka laut, iklim, tektonik, Gresik.
Copyrights © 2021