Batugamping merupakan batuan karbonat laut dangkal yang banyak terdapat di Pulau Sumatra. Studi sebelumya mengenai batugamping di Pulau Sumatra lebih terfokus kepada teknik pemanfaatan dan dampak lingkungannya. Belum banyak yang membahas mengenai kondisi sedimentasi maupun post-sedimentasi berdasarkan komposisi kimianya. Studi ini mengkaji komposisi kimia tiga satuan batugamping yang tersingkap di Kabupaten Solok, yaitu Formasi Silingkang, Anggota Batugamping Formasi Tuhur, dan Anggota Batugamping Formasi Kuantan untuk mempelajari kondisi pembentukan maupun diagenesisnya. Sampel batuan karbonat dianalisis menggunakan XRF dan ICP-MS. Sampel terkonfirmasi sebagai batuan karbonat dengan kadar CaO yang tinggi (22,37-53,74%). Rasio Y/Ho dan Er/Nd menunjukkan bahwa pembentukan seluruh sampel dipengaruhi oleh air tawar dan bahan dedrital. Berdasarkan rasio Mg/Ca dan Mg/Sr dapat disimpulkan bahwa batuan Formasi Silungkang telah mengalami dampak paska-sedimentasi terbesar. Anomali Ce negatif pada seluruh sampel mendukung kesimpulan pembentukan pada lingkungan laut. Pengaruh alterasi pada batuan karbonat Formasi Silungkang dan Anggota Batugamping Formasi Kuantan diperlihatkan oleh anomali Eu positif.Katakunci: Batugamping, diagenesis, geokimia, Solok.
Copyrights © 2022