Di ketahui prevalensi kejadian anemia secara Nasional sebesar 50,9 %(Depkes, 2007), prevalensi kejadian anemia di kota Tegal berkisar 7,64 % (Dinkes Jateng,2002), dan kejadian anemia pada ibu hamil TM III di BPS NY. E Kelurahan Sumur Panggang Kecamatan Margadana Kota Tegal tahun 2010 pada bulan januari sebesar 94,28 %. Studi pendahuluan yang di lakukan terdapat 7 dari 10 responden yang mengaku kurang mendapatkan konseling. Fungsi konseling sebagai upaya pencegahan terjadinya kejadian anemia (Wiknjosastro, 2002). Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh konseling zat besi terhadap kejadian anemia.Hasil penelitian ini adalah hubungan antara gambaran konseling dengan kejadian anemia (ada / tidaknya perubahan kadar Hb ) pada ibu hamil trimester III di BPS Ny. E kelurahan Sumur Panggang kecamatan Margadana Tegal tahun 2010, di ketahui bahwa pada responden yang mendapat konseling dengan baik, lebih banyak mengalami perubahan kadar Hb yaitu sebesar (80,8 %) di bandingkan dengan responden yang tidak mengalami perubahan kadar Hb yaitu (50 %). Sementara pada responden yang mendapat konseling kurang baik, lebih banyak yang tidak mengalami perubahan kadar Hb sebesar 50 % di bandingkan yang mengalami perubahan kadar Hb sebesar 19,2 %.Kata Kunci: Pengaruh Konseling, Kejadian anemia, Ibu hamil TM III
Copyrights © 2013