Latar Belakang: Stunting adalah panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standardeviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO yang bermula pada proses tumbuh kembangjanin dalam kandungan sampai usia 2 tahun dengan efek jangka pendek maupun jangka panjang.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status sosial ekonomidan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia prasekolah di KecamatanSugihwaras Kabupaten Bojonegoro.Metode Penelitian: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan Kohortretrospektif. Penelitian dilakukan pada bulan februari-Maret 2020. Sampel diambil dengan teknikrandom sampling. Sampel sebanyak 36 anak stunting usia prasekolah. Data dianalisis dengan ujiregresi logistik.Hasil Penelitian: menunjukkan ada hubungan status sosial ekonomi (P=0,000) dengan kejadianstunting. ada hubungan penyakit infeksi (P=0,000) dengan kejadian stunting. Namun pada ujiregresi logistik didapatkan ada hubungan status sosial ekonomi (p=0,012) dan tidak ada hubunganpenyakit infeksi (p=0,071) dengan kejadian stunting.Kesimpulan dan Saran: Anak usia prasekolah dengan status sosial ekonomi kelas menengahkebawah 30.549 kali lebih besar berisiko mengalami stunting dibandingkan dengan anak usiaprasekolah dengan status sosial ekonomi kelas atas. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikaninformasi tambahan untuk mengubah pola fikir keluarga mengenai kejadian stunting.Kata Kunci : Status sosial ekonomi, penyakit infeksi, anak prasekolah, stunting
Copyrights © 2020