Introduction : Penyakit Tuberkulosis (TBC) paru merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalahkesehatan didunia. Problem : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga sebagaiPengawas Menelan Obat (PMO) dan persepsi paisen dengan kepatuhan minum obat penderita TBC diPuskesmas Deket Lamongan. Design : Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi populasi adalahseluruh pasien yang berobat di poli TBC sebanyak 25 penderita menggunakan teknik Total samplingpenggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank (Rho). Analysis :Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa responden yang memiliki peran keluargasebagai pengawas menelan obat (PMO) kurang dengan kepatuhan minum obat tidak patuh sebanyak 20responden (80%) dan memiliki peran sebagai pengawas menelan obat (PMO) kurang dengan kepatuhan minumobat patuh sebanyak 1 responden (40%). Menunjukkan bahwa responden yang memiliki persepsi kurang dengankepatuhan minum obat tidak patuh sebanyak 18 responden (72%) dan memiliki persepsi kurang dengankepatuhan minum obat patuh sebanyak 1 responden (4%). Dengan nilai =0,01 diperoleh nilai p=0,000 artinyaada hubungan antara peran keluarga sebagai pengawas menelan obat dengan kepatuhan minum obat penderitaTBC di Puskesmas Deket Lamongan. Nilai =0,05 diperoleh nilai p=0,017 artinya tidak ada hubungan antarapersepsi pasien dengan kepatuhan minum obat penderita TBC di Puskesmas Deket Lamongan. Diharapkanpenderita Tuberkulosis (TBC) dan keluarga penderita Tuberkulosis (TBC) dapat memahami pentingnya perankeluarga dalam kepatuhan minum obat penderita Tuberkulosis (TBC) dan pentingnya persepsi pasien yangpostif dapat mempengaruhi keberhasilan dalam kepatuhan minum obat. Discussion : Untuk mengatasi masalahpasien tuberkulosis terutama dalam kepatuhan minum obat, salah satunya dengan peran keluarga sebagaipengawas menelan obat
Copyrights © 2021