Sapi merupakan komoditas ternak di Indonesia yang tingkat konsumsinya tidak sebanding dengan tingkat produksinya. Hal ini menyebabkan adanya kebijakan impor sapi untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Namun kebijakan itu dikhawatirkan membuat Indonesia menjadi bergantung kepada daging sapi impor. Oleh karena itu, perlunya peningkatan produktivitas sapi dalam negeri dengan memberdayakan daerah yang memiliki potensi dalam usaha ternak sapi seperti wilayah PAPABARU (Pakong, Pasean, Batu Marmar dan Waru). Upaya dalam peningkatan produktivitas sapi dapat dilakukan dengan intensifikasi sapi dan manajemen pemeliharaan yang baik. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis manajemen pemeliharaan, dan pendapatan petani dalam usaha ternak sapi. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis manajemen pemeliharaan sapi berdasaran Good Farming Practice Permentan No.46 tahun 2015, dan analisis pendapatan untuk menganalisis pendapatan petani dalam usaha ternak sapi. Hasil penelitian menyatakan bahwa manajemen pemeliharaan sapi yang dilakukan petani sudah cukup baik. Namun ada beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki seperti aspek prasarana dan sarana, serta aspek pola pemeliharaan. Sedangkan itu, petani juga dinyatakan mengalami kerugian dalam melakukan usaha ternak sapinya melalui analisis pendapatan. Hal itu disebabkan besarnya biaya yang dikeluarkan, terutamanya biaya variabel
Copyrights © 2023