Ebers Papyrus
Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS

Hubungan Adiksi Internet dengan Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017

Siauw, Liman Julianto (Unknown)
Chris, Arlends (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2024

Abstract

ABSTRACT Intoduction: Internet addiction is a psychological disorder caused by excessive internet usage and can affect social life, as well as individual health. In general, internet addiction is similar to other diseases that shows a tendency to become addicted, such as addiction to drugs, and alcohol. One of the impacts from internet addiction is changes in the level of one's physical activity. People with internet addiction usually have sedentary lifestyle. Methods: Carried out in Tarumanagara University Faculty of Medicine. By using the cross-sectional method, data from 148 respondents for both variables were obtained using the Internet Addiction Test by Young & Global Physical Assessment Questionnaire, which was then processed and classified based on groups: respondents with internet addiction, without internet addiction, with low physical activity, moderate and high physical activity. Results: Of the 148 respondents, 56% had internet addiction, and 44% did not have internet addiction. For the results of physical activity, it was found that 27.7% had a low level of physical activity, 50.7% had a moderate level of physical activity, and 21.6% had a high level of physical activity. Respondents were at the range of 17-21 years old. The sex distribution of 148 respondents was: male (29.7%) and female (70.3%). Conclusion: Prevalence Ratio of 1.57 was obtained, which showed that the variable is a risk factor. However, calculations using the chi-squared test (p = 0.266) did not show a statistically significant. ABSTRAK Pendahuluan: Adiksi internet adalah sebuah gangguan psikologis akibat pemakaian internet yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial, juga kesehatan individu. Pada umumnya, adiksi internet serupa dengan penyakit lain yang memiliki kecenderungan untuk menjadi ketagihan, seperti adiksi terhadap narkoba, dan alkohol. Dampak adiksi internet antara lain dapat mengakibatkan perubahan tingkat aktivitas fisik seseorang. Orang dengan adiksi internet biasanya memiliki kebiasan sedentari. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Dengan menggunakan metode potong lintang, data dari 148 responden didapatkan untuk kedua variabel yang diukur menggunakan kuesioner Internet Addiction Test by Young & Global Physical Assessment Questionaire yang kemudian diolah berdasarkan kelompok: memiliki adiksi internet, dan yang tidak memiliki adiksi internet. Untuk variabel aktivitas fisik responden akan dibagi sesuai dengan tingkat aktivitas fisik rendah dan tingkat aktivitas fisik sedang-berat. Hasil: Dari 148 responden didapatkan sebanyak 56% memiliki adiksi internet, dan 44% tidak memiliki adiksi internet. Untuk hasil aktivitas fisik didapatkan 27,7% memiliki tingkat aktivitas fisik rendah, 50,7% memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 21,6% memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi. Responden ada pada rentang usia antara 17-21 tahun. Distribusi jenis kelamin dari 148 responden adalah: laki-laki (29.7%) dan perempuan (70.3%). Simpulan: Didapatkan Prevalence Ratio sebesar 1,57, yang menunjukkan bahwa variabel merupakan faktor resiko. Namun, perhitungan menggunakan chi-squared test (p=0,266) tidak menunjukkan hubungan bermakna secara statistik.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

ebers_papyrus

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, ...