Data menunjukkan bahwa kekerasan seksual anak dan remaja meningkat secara tajam baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Mengingat pelaku kekerasan seksual pada anak dapat terjadi di dalam keluarga maupun di luar keluarga maka pencegahan perlu dilakukan guna menghindari efek perilaku buruk anak sebagai dampak kekerasan seksual tersebut. Mengingat peran keayahbundaan tetap dominan dalam membentuk konsep, keyakinan dan kontrol diri remaja, maka perbaikan kapasitas keayahbundaan sangat dianjurkan. Hal ini dapat dilakukan melalui identifikasi faktor resiko keluarga seperti kemiskinan, ketiadaan ayah/bunda secara fisik dan psikis, serta meningkatkan faktor proteksi keluarga melalui kapasitas keayahbundaan dengan meningkatkan pemahaman tahap perkembangan anak, menciptakan suasana rumah yang nyaman tanpa agresi dan kekerasan, gaya asuh penerimaan, kohesif, komunikasi dan disiplin positif, serta menjadi sumber keteladanan anak dan remaja.
Copyrights © 2022