Mual muntah merupakan proses fisiologis yang umumnya terjadi pada setiap ibu hamil muda. Kejadian ini tidak akan memberikan dampak buruk jika penderita mampu menghadapinya dan benar-benar menyadari bahwa keadaan dirinya adalah suatu proses alamiah. terapi non farmakologi pada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dapat menggunakan diet/pengaturan nutrisi, mengkonsumsi minuman jahe, pemantauan aktivitas, personal hygiene dan relaksasi. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi emesis gravidarum non farmakologi yakni teknik relaksasi, dengan cara melakukan komunikasi afirmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi afirmasi terhadap durasi dan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya 2018. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah quasi experiment design dengan pendekatan pre post test with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil Trimester I di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya bulan Januari-Maret 2018. Populasi yang didapat pada bulan Desember 2017 adalah 114 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling yaitu sebanyak 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan dengan komunikasi afirmasi terhadap durasi dan frekuensi mual muntah, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat perbedaan tidak signifikan sebelum dan sesudah perlakuan terhadap durasi dan frekuensi mual muntah. Dengan demikian terdapat pengaruh komunikasi afirmasi terhadap durasi dan frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I, terbukti dengan adanya perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan.. Kata Kunci : komunikasi afirmasi, durasi, frekuensi, mual muntah
Copyrights © 2018