Salah satu kerja obat antifertilitas adalah mencegah implantasi sehingga kehamilan tidak terjadi. Pengunaan obat tradisional berbasis bahan alam sebagai antifertilitas marak diteliti, salah satunya daun Srikaya. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) sebagai antifertilitas pada mencit putih betina bunting galur Swiss Webster. Mencit putih betina galur Swiss Webster bunting sebanyak 12 ekor dikelompokkan menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok kontrol negatif (suspensi PGA 1%) dan 3 kelompok dosis uji (Ekstrak etanol daun Srikaya dalam PGA 1%) yaitu dosis 1 (0,001435 gram /20 g BB mencit), dosis 2 (0,00287 gram/20 g BB mencit), dosis 3 (2,87 gram/20 g BB mencit). Pemberian perlakuan secara peroral dan hanya selama 7 hari kehamilan. Pemberian makanan dan minuman secara ad-libitum. Pada hari ke 10 kehamilan dilakukan laparatomi. Parameter yang diamati yaitu jumlah embrio yang terimplantasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun srikaya belum dapat memberikan efek antifertilitas melalui pencegahan implantasi secara signifikan.
Copyrights © 2016