Latar Belakang: Halusinasi adalah keadaan dimana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaaan atau penghiduan. Terapi dzikir bertujuan memusatkan perhatian (khusyu’), lebih menyibukkan diri, dan menurunkan tingkat stress, sehingga memberikan dampak positif. Tujuan: Mengetahui bagaimana Pemberian Terapi Dzikir Dalam Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Metode: Observasional deskritif desain penelitian studi kasus. Klien memegang tasbih mengucap Astaghfirullah, Subhanallah, Walhamdulillah, Wa lailaha ilallah, Allahu Akbar, La hawla wa la quwwata illa billah” sebanyak 33x. Hasil dan Pembahasan: ada perubahan secara kognitif dan perilaku. Klien mengetahui tindakan yang harus dilakukan adalah berdzikir dan melakukannya untuk mengalihkan perhatian dari halusinasi. Kesimpulan: Halusinasi masih ada saat klien sendiri, tapi sudah mulai bisa mengontrolnya dengan melakukan dzikir, frekuensi halusinasinya masih sama sekitar 5-10 menit kadang muncul kadang hilang, respon klien sudah mulai tenang, karena berusaha berfokus kepada dzikir yang dilakukan.
Copyrights © 2021