Tahun 2019 acara talk show Q&A Metro TV mengundang komisioner KPI pusat sebagai narasumber untuk membahas kebijakan KPI yang menjadi polemik. Namun, jawaban KPI pada acara tersebut menjadi polemik lain bagi penonton. Pada penelitian sebelumnya ditemukan bahwa teguran yang diberikan KPI kepada pelanggar penyiaran hanya basa-basi karena tidak menimbulkan efek jera. Penelitian lain juga menemukan bahwa kebijakan KPI tidak berpihak pada publik. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan metode analisis resepsi, penelitian ini bertujuan untuk melihat pemaknaan khalayak terhadap polemik kebijakan KPI pada tayangan Q&A. Hasil penelitian dikategorikan berdasarkan posisi pemaknaan khalayak, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Dalam penelitian ini, dari 5 orang informan yang diwawancarai terbagi ke dalam 3 kategori posisi pemaknaan. Pada posisi dominan terdapat 1 informan yang setuju dengan alasan pembuatan kebijakan KPI yang menjadi polemik. Pada posisi negosiasi terdapat 2 informan yang setuju dengan tujuan kebijakan yang dibuat KPI, namun menolak alasan dan cara yang digunakan. Pada posisi oposisi terdapat 2 informan menganggap kebijakan yang dibuat KPI tidak perlu dan mereka tak setuju dengan alasan dibuatnya kebijakan yang menjadi polemik. Selain itu, 4 dari 5 informan menganggap kehadiran KPI hanya untuk membela diri dan menjaga citra lembaga di depan publik.
Copyrights © 2023