Publish Date
30 Nov -0001
Keragaman destinasi wisata yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan didukung dengan perencanaan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang terdiri dari 5 KSPN dan tersebar di kabupaten/kota di DIY. Hal ini dapat membentuk pola pergerakan wisatawan yang berawal dari urban tourism menjadi sub-urban tourism. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi pola pergerakan wisatawan pada beberapa destinasi wisata yang berada di KSPN DIY. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner pada destinasi utama yakni Candi Prambanan, Pantai Baron, Pantai Parangtritis, Gembira Loka dan Volcano Tour. Populasi pada penelitian ini merupakan wisatawan yang berkunjung destinasi utama dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil pada penelitian ini terdapat rute yang diidentifikasi pada tiga pattern yakni single pattern, multiple pattern, dan complex pattern. Adapun untuk destinasi sekunder yang sering dikunjungi ialah Malioboro dan Alun-Alun Kidul. Selaras dengan lokasi penginapan yang banyak dipilih oleh wisatawan berada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya yang menandakan bahwa akomodasi pendukung wisatawan masih belum merata ke beberapa ke beberapa destinasi wisata utama lainnya. Sehingga pola pergerakan yang terbentuk masih bergantung pada ketersediaan akomodasi dan amenitas yang berada di wilayah yang paling lengkap.
Copyrights © 0000