Aktivitas perawatan diri menurun pada pasien gangguna jiwa terjadi akibat adanya perubahan proses pikir, sehingga keluarga menjadi sistem pendukung utama dalam mengatasi keadaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran dukungan keluarga pada pasien gangguna jiwa dengan defisit perawatan diri di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien gangguan jiwa dengan defisit perawatan diri yang tercatat sebagai penerima layanan dipuskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh berjumlah sebanyak 164 orang. Pengambilan sampel minimal dihitung berdasarkan rumus slovin sebanyak 63 orang yang berkunjung ke puskesmas saat penelitian. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan teknik angket. Hasil penelitian menunjukkan responden mempunyai dukungan emosional yang baik sebanyak 33 orang (52,4%), responden mempunyai dukungan informasi yang kurang baik sebanyak 35 orang (55,6%), responden mempunyai dukungan instrumental yang baik sebanyak 36 orang (57,1%), responden mempunyai dukungan penghargaan yang baik sebanyak 35 orang (55,6%). Berdasarkan hasil penelitian, puskesmas diharapkan dapat membantu peningkatan kemampuan keluarga dalam mendapat informasi yang dibutuhkan dan mendorong partisipasi aktif anggota keluarga dalam melakukan perawatan diri pasien gangguan jiwa dengan defisit perawatan diri.
Copyrights © 2017