Dampak negatif kopi sangat bergantung pada seberapa banyaknya jumlah kopi yang dikonsumsi perhari dan seberapa lama kopi telah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat insomnia dan kecemasan pada masyarakat yang mengkonsumsi kopi di Desa Blang Cut. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat laki-laki yang mengkonsumsi kopi sebanyak 57 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive dengan wawancara terpimpin. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner baku yang meliputi Zung Self Rating Anxiety Scale dan KSPBJ Insomnia Rating Scale. Metode analisa data yang digunakan yaitu univariat. Hasil dari penelitan ini didapatkan bahwa gambaran tingkat insomnia yang dialami oleh pengkonsumsi kopi berada pada kategori tidak insomnia 14 orang (24,6%), insomnia ringan 22 orang (38,6%), insomnia sedang 20 orang (35,1%), dan insomnia berat 1 orang (1,8%). Sedangkan tingkat kecemasan berada pada kategori Normal 19 orang (33,3%), kecemasan sedang 35 orang (61,4%), dan kecemasan berat 3 orang (5,3%). Diharapkan kepada masyarakat yang mengkonsumsi kopi untuk lebih memperhatikan kesehatannya terutama dalam mengurangi jumlah konsumsi kopi/hari yang berlebihan.
Copyrights © 2018