Jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Gagal jantung terjadi jika jantung tidak mampu mengalirkan darah dalam jumlah yang adekuat untuk kebutuhan jaringan. Pada gagal jantung diperlukan nilai fraksi ejeksi untuk mengetahui kemampuan jantung yang masih berfungsi. Apabila terjadi peningkatan tekanan vena pulmonalis maka akan terjadi distensi vena pulmonalis dan transudasi cairan ke dalam ruangan udara sehingga terjadi edema paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan fraksi ejeksi dengan kejadian edema paru pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan metode deskriptif correlative dengan data penelitian diperoleh melalui metode retrospektif study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan studi dokumentasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan fraksi ejeksi dengan kejadian edema paru pada pasien gagal jantung. Rekomendasi untuk RSUDZA Banda Aceh yaitu diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan informasi kepada pasien tentang pentingnya pelaksanaan ekhokardiografi dilakukan untuk mengetahui fungsi jantung danĀ menghindari komplikasi yang akan datang.
Copyrights © 2017