Komunikasi SBAR ialah sebuah teknik menyampaikan informasi penting yang memerlukan kepedulian dan tindakan cepat sehingga keamanan pasien dapat terjaga. Komunikasi SBAR diperlukan ketika melaksanakan handover baik antar perawat dan menyampaikan keadaan pasien kepada dokter dengan teknik komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). Studi kasus ini ialah studi deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi SBAR perawat pada saat handover di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zainoel Abidin. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan accidental sampling dengan jumlah 11 perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zainoel Abidin. Data diambil menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Kesimpulan dari studi ini menggambarkan bahwa pelaksanaan komunikasi SBAR perawat (67,8%) adalah optimal, dengan menilai empat tahap yakni situation (81,8%,) sudah optimal, tahap background (45,5%) belum optimal, tahap assessment (54,6%) optimal, dan tahap recommendation (100%) optimal. Diharapkan bagi pihak manajemen rumah sakit untuk dapat merancang SOP komunikasi SBAR untuk pengoptimalan proses keperawatan dan patient safety.
Copyrights © 2022