Stroke menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi, berlangsung dalam kurun waktu 24 jam atau lebih bahkan dapat menyebabkan kematian. Keadaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi sensorik dan motorik yang akan berpengaruh terhadap self-efficacy dalam melakukan self-care pada pasien stroke. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan self-care pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan Teknik purposive sampling yang berjumlah 119 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Stroke Self-efficacy Questionnaire (SSEQ) dan Barthel Indeks. Analisis data bivariat dengan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan self-efficacy (p-value = 0,000 ρ= 0,752) dengan self-care pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Semakin tingginya tingkat self-efficacy yang dimiliki oleh seorang pasien stroke maka akan membawanya kepada peningkatan keyakinan, motivasi, dan insiatif dalam melakukan self-care.
Copyrights © 2023