Bencana Banjir menimbulkan adanya korban jiwa, dampak psikologis, kerusakan lingkungan serta kerugian harta benda karena kurangnya kesiapsiagaan masyarakat yang terdiri dari pengetahuan dan sikap terhadap bencana, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat daerah risiko tinggi dan rendah banjir di Gampong Buga dan Peukan Seulimeum Kecamatan Seulimeum Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative study melalui pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 140 keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert (12 pernyataan) dan skala Guttman (22 pernyataan). Metode analisis data menggunakan uji Mann Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 orang (57,1%) risiko tinggi dan 52 orang (74,3%) risiko rendah tidak siap dalam menghadapi bencana banjir. Hasil pengolahan data diperoleh nilai p-value = 0,000 (α = 0,05) yang berarti terdapat perbedaan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat daerah risiko tinggi dan risiko rendah banjir. Disarankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan perangkat desa untuk mengadakan penyuluhan dan simulasi bencana serta mengaktifkan sistem peringatan dini agar masyarakat lebih siap siaga ketika terjadinya bencana banjir. Kata kunci: Kesiapsiagaan, bencana, banjir, risiko tinggi, risiko rendah
Copyrights © 2017