Hipertensi murapakan sebuah penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian dini di seluruh dunia. Indonesia sendiri menjadikan hipertensi sebagai masalah utama kesehatan pada masyarakat, dimana jumlah penderita hipertensi di Indonesia menurut Kemenkes RI pada tahun 2018 yaitu sebesar 34,11%, sedangkan di Aceh penderita hipertensi sebesar 26,45%. Dari wawancara yang dilakukan kepada Keuchik Meunasah Baet didapatkan bahwa penyakit tidak menular yang diderita mayoritas lansia di Meunasah Baet yaitu hipertensi, dan didapatkan dari data pencatatan kader jumlah lansia penderita hipertensi di Desa Meunasah Baet yaitu sebesar 53% (61 orang). Tujuan dari Karya Ilmiah Akhir ini untuk memberikan asuhan keperawatan dengan masalah hipertensi pada Lansia dengan menggunakan metode studi kasus. Diagnosa yang diangkat dalam masalah ini adalah nyeri akut, resiko penurunan curah jantung, dan manajemen kesehatan tidak efektif. Implementasi yang diberikan untuk diagnosa nyeri akut yaitu terapi non farmakologi slow deep breathing dengan hasil evaluasi terdapat penurunan skala nyeri dari skala nyeri 5 menjadi 3, pada diagnosa resiko penurunan curah jantung dilakukan pengukuran tanda vital dan pemantauan hidrasi, dan pada ddiagnosa manajemen kesehatan tidak efektif berupa pendidikan kesehatan mengenai konsep hipertensi, pengenalan diet DASH, pengenalan terapi non farmakologi jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah setelah dilakukan evaluasi maka terjadi peningkatan pemahaman tentang konsep hipertensi, pola diet, dan terapi nonfarmakologi jus mentimun untuk hipertensi, serta terjadi penurunan tekanan darah dari 190/110 mmHg menjadi 150/80 mmHg. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan kegiatan promosi kesehatan, khususnya pada lanjut usia dengan masalah kesehatan hipertensi.
Copyrights © 2023