Remaja meupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam perkembangan kehidupan individu. Remaja mempunyai karakteristik sebagai kelompok resiko (population at risk) yang mencakup risiko biologik dan usia, sosial, ekonomi, lingkungan, dan gaya hidup. Kenakalan remaja (delinquency) merupakan salah satu masalah utama yang menjadi resiko yang akan muncul dalam masyarakat. Hubungan yang sangat berpengaruh penting yang menjadi perhatian yaitu hubungan afektif antara anggota keluarga dengan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan fungsi afektif keluarga terhadap resiko munculnya perilaku Delinquency pada remaja di kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan crosssectional study yang mempelajari dinamika korelasi (n=65). Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan kepada responden. Metode analisa data menggunakan pengujian statistik Chi Square test. Melalui uji statistik didapatkan nilai p-value 0.127 0.05 untuk tanggapan afetif dan p-value 0.352 0.05 untuk keterlibatan afektif sehingga Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan fungsi afektif keluarga terhadap resiko perilaku delinquency remaja. Diharapkan pada keluarga agar menciptakan bentuk komunikasi yang baik dengan cara komunikasi yang terbuka,saling menghargai, dan saling percayaguna tercipta karakter perilaku remaja dalam berinteraksi dengan masyarakat sebagai wadah kegiatan sosial dan kehidupan.
Copyrights © 2018